ADAB TERHADAP ORANG ALIM
Imam Malik ra pernah ditanya, "Ada yang mengatakan, jika seorang ahli fikih dan orang terpandang datang, orang yang menyambutnya harus berdiri dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya."
Menanggapi pertanyaan itu, Imam Malik ra berkata, "Hukumnya makruh. Namun, kalau sekadar untuk melapangkan tempat, boleh."
Imam Malik ra juga pernahditanya tentangorang yang mencium tangan atau kepala seorang yang terkemuka/orang saleh. Ia menjawab, "Itu bukan perbuatan Ahli Madinah. Akan tetapi, itu adalah perbuatan orang asing."
Menanggapi pertanyaan itu, Imam Malik ra berkata, "Hukumnya makruh. Namun, kalau sekadar untuk melapangkan tempat, boleh."
Imam Malik ra juga pernahditanya tentangorang yang mencium tangan atau kepala seorang yang terkemuka/orang saleh. Ia menjawab, "Itu bukan perbuatan Ahli Madinah. Akan tetapi, itu adalah perbuatan orang asing."
Komentar